Taman Si Kecil

Buku Tulis Baru

Posted on: February 19, 2008

Kemarin, untuk pertama kalinya, Agim tidak marah ketika aku meminta agar TV dimatikan ketika Spongebob show berlangsung. Dan hari ini, untuk pertama kalinya juga, Agim tidak marah ketika aku memindahkan saluran TV ke siaran berita ketika Go! Diego Go! masih setengah jalan.

Dua hari terakhir dia memang seperti tenggelam dengan buku tulis kotak dan peralatan tulisnya yang baru. Bukan sesuatu yang mahal. Hanya tempat pensil kaleng biasa bergambar Spiderman, dua batang pensil, penghapus dan penggaris yang juga bergambar Spiderman. Senin pagi, hanya semalam setelah kami membelinya, lima halaman buku tulisnya sudah penuh dengan tulisan tangannya yang masih lucu. Satu huruf berulang-ulang dari atas sampai ke bawah, dari kiri sampai ke kanan untuk setiap halamannya. Setelah selesai satu halaman, dia selalu meminta aku untuk memberi nilai. Nilainya selalu 100. Karena memang hanya latihan menulis huruf. Dan dia tidak mau diberi nilai pakai pensil. Harus pakai pulpen. Setelah itu dia pasti bangga sekali dan memamerkan ke papanya.

Bukan hal yang luar biasa memang. Tapi semangatnya membuatku lega. Bayangkan saja. Sebelumnya aku selalu berharap agar TV di rumah kami rusak saja agar anak-anak tidak sticked dengan film kartun. Susah sekali membangunkan mereka dari kartun favorit. Dan dua hari ini aku benar-benar amazed karena anak-anak tidak keberatan sama sekali ketika aku meminta ijin mereka untuk memindahkan saluran untuk nonton berita atau bahkan mematikan TV (sinetron? no way!). Bahkan mereka terkesan tidak peduli dan tetap tenggelam dengan buku tulisnya.

Mungkin juga karena peralatan baru mereka. Tapi memang sejak beberapa minggu lalu Agim minta dibelikan buku tulis kotak besar seperti buku PR adiknya yang didapat dari sekolah. Aku baru tahu bahwa mendapatkan itu sangat menyemangatinya. Padahal selama ini aku susah payah download sana sini dari internet, bahkan sampai subscribe ke beberapa resource yang tidak gratis, tapi belum menemukan sesuatu yang rasanya pas buat anak-anak. Sesuatu yang membuat mereka bersemangat seperti sekarang.

Jadi? Well… A new lesson : Apa yang menurut aku menarik dan menurut aku menarik buat anak-anak, ternyata belum tentu demikian buat anak-anak sendiri. Tentu saja. Karena Agim dan Dian adalah Agim dan Dian. Bukan aku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: